Masih Merupakan kado tahun baru yang sangat membanggakan bagi keluarga besar SMA Negeri 2 Trenggalek. Prestasi terus mengalir satu persatu di masa pandemi. Bukan malah berhenti tapi SMADA terus mampu memanfaatkan situasi untuk mendulang prestasi. Tepatnya 28 Januari 2021 salah satu siswi kelas XI MIPA 2 Disga Leonita Wijayanti mampu menelurkan sebuah karya yang indah dalam bentuk cerita pendek hingga sukses menembus 10 besar dalam lomba menulis cerpen bersertifikat internasional yang diselenggarakan oleh Komunitas Rumah Menulis bekerjasama dengan Penerbit El-Sufi Publishing Ltd.

Detak jarum jam menghiasi malam istikharahku, selaras melodi tasbih tiap serpihan doa. Sosok yang aku cinta dan aku nantikan membawaku pada ujung kegelisahan. Sedangkan di lain sisi, ajakan taaruf hingga kepastian khitbah dari orang yang sungguh dalam mencintaiku masih aku gantung jawabannya. Bodohnya aku yang masih menyimpan perasaan pada seseorang yang hampir saja melakukan dosa zina terhadapku. Namun, masih aku harapkan bertemu setelah kejadian yang memicu perpisahan itu.

“Tuhan… apakah obsesiku akan sosok yang sampai detik ini menguasai pikiranku sepenuhnya akan menjadi kenyataan? Dia yang kini entah di mana keberadaannya, apakah akan ada pertemuan dalam waktu yang telah engkau tentukan? Jika memang ajakan taaruf ini menjadi jalan terbaik, maka ikhlaskan atas penantianku selama ini. Namun, jika sosok yang aku nantikan adalah jalan terbaikku. Maka hadiahkan pertemuan di antara kami.” bisik Najwa dalam doa istikharahnya.

Dua paragraf itu menjadi daya tarik tersendiri bagi pembaca dan tim penilai. Sehingga cerita pendek berjudul “Persimpangan Istikharah” ini mampu menembus 10 besar dan bersanding dengan penulis terbaik lainnya.

“Terima kasih kepada bapak Pembina dan teman-teman yang terus memberikan semangat buat saya. Banyak pengalaman dan ilmu tentang kepenulisan yang saya dapat dari event ini. Semoga ke depan saya dapat memberikan yang lebih baik untuk sekolah kita tercinta”, ujar Disga Leonita Wijayanti.

Siswi yang juga tergabung dalam komunitas penulis muda SMADA (penasmada) ini memang memiliki hobi membaca dan menulis. Banyak tulisan-tulisannya yang menghiasi media-media resmi sekolah.

“Selamat untuk anakku dan Pembina, semoga ini menjadi berkah untuk kita semua”, ujar bapak Kepala Sekolah Drs. Sugeng Riyono, M.Pd.

Terima kasih kami sampaikan kepada orang tua siswa yang telah mempercayakan pendidikan putra putrinya kepada kami. Permohonan maaf yang setulus-tulusnya jika ada kekurangan dalam kami mengemban amanah Bapak Ibu semua. Usaha untuk memperbaiki diri akan terus kami lakukan.  Pendampingan kepada anak didik untuk meraih mimpi akan terus kami jalankan.

SMADA Milik Kita Bersama !

SMADA Jaya Selamanya !