Membaca-menulis (literasi) merupakan salah satu aktifitas penting dalam hidup. Sebagian besar proses pendidikan bergantung pada kemampuan dan kesadaran literasi. Budaya literasi yang tertanam dalam diri peserta didik mempengaruhi tingkat keberhasilan baik di sekolah maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

Tidak berlebihan kiranya Farr (1984) menyebut bahwa “Reading is the heart of education”. Bagi masyarakat muslim, pentingnya literasi ditekankan dalam wahyu pertama Allah kepada Nabi Muhammad SAW, yakni perintah membaca (Iqra’) yang dilanjutkan dengan ‘mendidik melalui literasi’ (‘Allama Bil Qalam).

Sedangkan dalam kaitannya dengan menulis, Hernowo (2005) dalam bukunya “Mengikat Makna” menyebut bahwa menulis dapat membuat pikiran kita lebih tertata tentang topik yang kita tulis, membuat kita bisa merumuskan keadaan diri, mengikat dan mengonstruksi gagasan, mengefektifkan atau membuat kita memiliki sugesti (keyakinan/ pengaruh) positif, membuat kita semakin pandai memahami sesuatu (menajamkan pemahaman), meningkatkan daya ingat, membuat kita lebih mengenali diri kita sendiri, mengalirkan diri, membuang kotoran diri, merekam momen mengesankan yang kita alami, meninggalkan jejak pikiran yang sangat jelas, memfasihkan komunikasi, memperbanyak kosa-kata, membantu bekerjanya imajinasi, dan menyebarkan pengetahuan.

Sesuai amanat Kurikulum 2013, maka setiap sekolah wajib membumikan literasi. Tidak terkecuali di SMA Negeri 2 Trenggalek. Selain kegiatan literasi sudah berada secara otomatis dalam setiap mata pelajaran, sekolah tetap menyediakan waktu khusus untuk kegiatan ini. Setiap hari Selasa dan Rabu setelah anak sampai di sekolah langsung mengikuti kegiatan literasi sampai pukul 07.00 WIB. Bentuk kegiatan ini adalah siswa diberi waktu membaca buku non pelajaran kemudian melaporkan hasil kegiatan literasinya dalam sebuah buku kendali literasi yang telah disediakan oleh sekolah.

Kegiatan ini banyak memiliki dampak positif, selain sebagai media refreshing siswa, juga dapat dijadikan sebagai media untuk memperoleh ilmu atau pengalaman melalui buku di luar buku pelajaran harian. Siswa terlihat sangat antusias dalam mengikuti kegiatan rutin ini, sehingga sekolahpun juga menyambut baik antusiasme itu dengan memberikan penghargaan kepada siswa yang berprestasi di setiap semesternya. Untuk semester ganjil di tahun pelajaran 2019/2020 ini terpilih 12 siswa yang ditetapkan sebagai siswa berprestasi. Diantaranya:
1. Erlinda Putri kelas X MIPA 2
2. Singgang Sekar Wangi kelas X MIPA 5
3. Aulia Indah kelas X IPS 2
4. Bima Wahyu Narendra kelas X IPS 4
5. Nindita Agitaliza kelas XI MIPA 1
6. Ica Fazira Anwar kelas XI IPS 3
7. Fiqqi Yulia kelas XII MIPA 2
8. Salma Cahyani kelas XII MIPA 2
9. Listyananda Lucfi kelas XII MIPA 5
10. Syalsabila Maulina kelas XII IPS 2
11. Rizqina Mukarroma kelas XII IPS 3
12. Adelia Jihan Tiara Sari kelas XII IPS 4

Selamat untuk 12 siswa yang berprestasi dalam bidang literasi semester ini, semoga dapat menginspirasi untuk selalu membumikan literasi di negeri ini.

SMADA Kreatif !
SMADA Milik Kita Bersama !
SMADA Jaya Selamanya !