SMADA BERPRESTASI. Kado awal tahun yang sangat membanggakan bagi keluarga besar SMA Negeri 2 Trenggalek. Dan ini merupakan kado yang ke sekian kalinya untuk sekolah yang berada di lingkungan persawahan kota Trenggalek ini.

Ungkapan pandemi bukan menjadi alasan siswa dan siswi SMADA untuk berhenti berkreasi dan berinovasi bukan hanya isapan jempol. Kalimat itu menjadi pemicu salah satu siswi kelas XI MIPA 1 Ayu Wildanul Maghfuroh untuk menelurkan sebuah karya yang indah dalam bentuk cerita pendek hingga menjadi juara 1 dalam lomba menulis cerpen tingkat nasional yang diselenggaran oleh penerbit Inspira Pustaka Bogor.

Senja. Semua orang menunggu. Walau hanya untuk sekedar menyandarkan punggung yang melengkung dan sejenak mengatupkan kelopak mata yang tak sampai lelap setelah seharian banting tulang demi menyambung hidup. Senja selalu hadir saat piringan matahari hilang dari cakrawala. Dia membawa ketenangan dan keteduhan. Dia pula yang mengajarkan bahwa tidak semua dapat dikatakan dengan kata. Tidak pula didengarkan dengan telinga, tapi melalui hati. Walaupun itu hanya sejenak. Karena setelah terucap dan terdengar kata dua kali salam, aktifitas pagi dengan segala kerumitannya akan segera dilakukan lagi.

Paragraf itu menjadi daya tarik tersendiri bagi pembaca dan tim penilai. Sehingga cerita pendek berjudul “Seni Mencintai” ini mampu menjadi juara 1 dan bersanding dengan penulis terbaik lainnya di tingkat nasional.

Sabtu 27 Februari 2021 menjadi catatan bersejarah kembali bagi Ayu wildanul penulis muda SMA Negeri 2 Trenggalek setelah sebelumnya juga sukses menjadi juara nasional di event yang lain. Siswi yang juga tergabung dalam komunitas penulis muda SMADA (penasmada) dan ekstrakurikuler Smada Teater dan Cinema (STC) ini memang memiliki hobi membaca dan menulis. Banyak tulisan hasil karyanya yang mampu menjadi juara dalam berbagai lomba dan juga selalu menghiasi media-media resmi sekolah.

“Terima kasih kepada bapak Pembina dan teman-teman yang terus membantu saya. Mari kita tetap terus belajar dan menempa diri untuk meraih prestasi kembali,” ujar Ayu Wildanul Maghfuroh.

Rasa senang dan bangga terus ditunjukkan oleh siswi yang terlihat pendiam ini. Walaupun berbagai prestasi tingkat nasional sering ia dapat, tapi sifat pendiam dan santunnya tak pernah berubah. Ini yang juga menjadi kebanggaan bagi keluarga besar SMADA.

“Selamat untuk anakku dan Pembina, semoga ini menjadi berkah untuk kita semua,” ujar bapak Kepala Sekolah Drs. Sugeng Riyono, M.Pd.

Terima kasih kami sampaikan kepada orang tua siswa yang telah mempercayakan pendidikan putra putrinya kepada kami. Permohonan maaf yang setulus-tulusnya jika ada kekurangan dalam kami mengemban amanah Bapak Ibu semua. Usaha untuk memperbaiki diri akan terus kami lakukan.  Pendampingan kepada anak didik untuk meraih mimpi akan terus kami jalankan.

SMADA Milik Kita Bersama !

SMADA Jaya Selamanya !