SMADA HEBAT. Sebuah kebanggaan bagi SMA Negeri 2 Trenggalek ditetapkan secara resmi oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia menjadi Sekolah berstandar Ramah Anak dan sekolah rujukan nasional.
Berangkat dari penetapan itu, banyak sekolah yang melaksanakan kegitan studi tiru di sekolah yang akrab dengan sebutan SMADA ini. Salah satunya terlihat pada hari Selasa 16 Januari 2024 rombongan dari MAN 1 Kabupaten Blitar hadir di sekolah.
Tim yang langsung dipimpin oleh Kepala Maderasah Bapak Lesus Nur ini hadir do sekolah tepat pukul 09.00 WIB. Mereka langsung disambut oleh Kepala Sekolah Ibu Nikmah Mahanani, M.Pd. beserta jajaran tim Sekolah Ramah Anak SMA Negeri 2 Trenggalek.
Graha Dewantara menjadi tempat utama digelarnya pertemuan dalam rangka studi tiru penerapan Sekolah Ramah Anak. Dalam sambutannya, kepala sekolah mengucapkan selamat datang kepada tim Maderasah Ramah Anak yang terdiri dari 14 personil. Kepala Maderasahpun membalas dengan ucapan terima kasih dan takjub terhadap keberadaan smada yang terkesan sejuk, rindang, anti bising dan sangat nyaman untuk proses pembelajaran.
Sekedar mengingat kembali bahwa hanya ada 3 sekolah di Indonesia yang awalnya beruntung mendapatkan kesempatan mengikuti proses audit online Standarisasi Sekolah Ramah Anak. Butuh perjuangan panjang untuk dapat melalui tahapan ini. 3 sekolah terpilih harus bersaing dengan sekolah di Indonesia dari berbagai jenjang melalui selekti administrasi berupa pengumpulan borang. Walhasil, ditetapkanlah SMA Negeri 2 Trenggalek menjadi sekolah berstandar ramah anak dan menjadi sekolah rujukan nasional.
Penghargaan langsung disampaikan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia kepada Gubernur Jawa Timur. Selanjutnya Gubernur jawa timur menyerahkan secara resmi kepada SMA Negeri 2 Trenggalek melalui Kepala Dinas PPPAK Provinsi Jawa Timur pada tanggal 6 Desember tahun 2022.
Kegiatan studi tiru dimulai dengan sesi berbagi praktik baik yang kemudian dilanjutkan dengan peninjauan langsung di lapangan. Banyak terjadi diskusi menarik dalam kegiatan ini. SMADA terus membagikan ilmu dan pengalamannya untuk dapat benar-benar menerapkan program sekolah ramah anak.
Kegiatan studi tiru berakhir pada pukul 13.00 WIB yang ditandai dengan kegiatan foto bersama sebagai bentuk penguatan silatarruhim ke dua sekolah.
“Syukur Alhamdulillah kami dapat saling berbagi. Semoga ini dapat menjadi berkah untuk sekolah kami dan sekolah-sekolah yang hadir di sini,” ujar Bapak Drs. Sugeng RIbu Nikmah Mahanani, M.Pd. Kepala Sekolah usai mengikuti rangkaian acara.
Terima kasih kami sampaikan kepada MAN 1 Kabupaten Blitar telah berkenan hadir di SMADA dan terima kasih juga kami sampaikan kepada orang tua siswa yang telah mempercayakan pendidikan putra putrinya kepada kami. Permohonan maaf yang setulus-tulusnya jika ada kekurangan dalam kami mengemban amanah Bapak Ibu semua. Usaha untuk memperbaiki diri akan terus kami lakukan. Pendampingan kepada anak didik untuk meraih mimpi akan terus kami jalankan.
SMADA Kreatif !
SMADA Jaya Selamanya !
