SMA Negeri 2 Trenggalek menjadi salah satu sekolah entrepreneur di Trenggalek. Sekolah yang siap mencetak calon-calon wirausahawan muda berprestasi di masa mendatang. Sehingga tak ayal di setiap tahunnya tumbuh siswa siswi yang mampu menjuarai event-event perlombaan kewirausahaan di tingkat provinsi maupun nasional. Diantaranya juara FIKSI Jatim, juara Business Plan UISI tingkat nasional, juara FIKSI Nasional, dan lain sebagainya. Selain itu SMA Negeri 2 Trenggalek juga menjadi sekolah yang siap untuk mencetak generasi yang antikorupsi. Di tahun 2019 lalu sekolah telah mengirim delegasi siswa untuk mengikuti kegiatan workshop Pembinaan Pendidikan Karakter Siswa Menuju Generasi Antikorupsi yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.

Salah satu implementasi dari pengembangan dan penguatan jiwa antikorupsi dan kewirausahaan ini, SMA Negeri 2 Trenggalek mengembangkan kantin kejujuran. Kantin kejujuran merupakan kantin yang menjual makanan ringan dan minuman tanpa ada penjaga yang akan menagih atau mengingatkan pembeli mengenai uang pembayaran. Pembeli benar-benar dituntut untuk jujur pada diri sendiri dengan meletakkan uang pembayaran pada kotak yang tersedia. Jika uangnya berlebih, pembeli pun harus mengambilnya sendiri.

 

“Sesuai dengan slogan kami, yaitu Tuhan adalah CCTV terbaik yang akan melihat setiap tindakan kita. Maka, di dalam kantin ini hanya akan ada makanan, minuman, dan kotak berisi uang dari pembeli. Penjaga memang ada, tapi hanya sesekali datang untuk mengecek ketersediaan makanan dan minuman. Mengenai uang, itu urusan pembeli dan Tuhan”, ujar Renenda Keysanaaya Bakti Oktavia koordinator seksi bidang Pembinaan Kreativitas, Keterampilan dan Kewirausahaan Pengurus OSIS SMADA.

Kantin kejujuran ini dikelola oleh pengurus OSIS seksi bidang Pembinaan Kreativitas, Keterampilan dan Kewirausahaan di bawah Pembina seksi bidang ibu Fresti Rusriannur Ikawati, S.Pd., dan Pembina OSIS ibu Hj. Rully Sulistyani, S.Pd., M.Pd.. Kantin kejujuran ini sudah berlangsung lama. Terdapat beberapa jenis makanan dan minuman yang tersedia. Tidak hanya siswa yang menjadi konsumen di kantin ini, namun seluruh warga sekolah termasuk guru dan karyawanpun juga dapat menikmatinya.

“Kantin kejujuran dapat menjadi salah satu metode untuk menanamkan jiwa antikorupsi pada anak sejak dini. Mereka dituntut untuk dapat berlaku jujur pada diri sendiri dalam keadaan apa pun. Memang, tidak akan ada orang atau penjaga yang menegur ketika tidak membayar apa yang mereka beli atau mengambil kembalian berlebih. Akan tetapi, ada Tuhan yang melihat dan mencatat perbuatan mereka. Makanan yang diambil pun akan hilang berkahnya”, ujar bapak Kepala Sekolah Drs. Sugeng Riyono, M.Pd.

“Tidak hanya baik untuk membentuk karakter dan akhlak anak, kantin kejujuran dapat dimanfaatkan untuk mengajari anak berwirausaha. Mereka akan diajak berpikir bagaimana cara memutar modal agar produk yang dijual bermacam-macam dan bertambah. Teknik untuk menjaga modal agar tetap ada dan tidak mengalami rugi juga mereka dapatkan”, tambah ibu Fresti Rusriannur selaku Pembina Seksi Bidang Pembinaan Kreativitas, Keterampilan dan Kewirausahaan Sekolah.

Terima kasih kami sampaikan kepada orang tua siswa yang telah mempercayakan pendidikan putra putrinya kepada kami. Permohonan maaf yang setulus-tulusnya jika ada kekurangan dalam kami mengemban amanah Bapak Ibu semua. Usaha untuk memperbaiki diri akan terus kami lakukan. Pendampingan kepada anak didik untuk meraih mimpi akan terus kami jalankan.

SMADA Kreatif !
SMADA Milik Kita Bersama !
SMADA Jaya Selamanya !