Membaca-menulis (literasi) merupakan salah satu aktifitas penting dalam hidup. Sebagian besar proses pendidikan bergantung pada kemampuan dan kesadaran literasi. Budaya literasi yang tertanam dalam diri peserta didik mempengaruhi tingkat keberhasilan baik di sekolah maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

Workshop literasi merupakan program tahunan unggulan yang diselenggarakan oleh pengurus OSIS bersama dengan Komunitas Penulis Muda SMA Negeri 2 Trenggalek (penasmada) yang digelar pada hari Jumat dan Sabtu (13-14/11) lalu. Workshop ini adalah bagian dari gerakan literasi sekolah dalam upaya menumbuhkan budi pekerti siswa yang bertujuan agar siswa memiliki budaya membaca dan menulis sehingga tercipta pembelajaran sepanjang hayat.

Acara ini diikuti oleh perwakilan kelas X, XI, dan XII dengan total peserta sebanyak 31 siswa. Dalam sambutan di acara pembukaan, bapak Drs. Sugeng Riyono, M.Pd. selaku Kepala Sekolah menyampaikan bahwa pembiasaan diri untuk berliterasi sangat penting. Dengan begitu siswa akan lebih dekat dengan baca-tulis sehingga proses pendalaman materi pembelajaran dapat dilakukan secara optimal.

Gerakan literasi di SMA Negeri 2 Trenggalek tahun ini salah satunya dilaksanakan dalam bentuk workshop yang berfokus pada penulisan cerita pendek. Siswa dipandu oleh narasumber yang ahli di bidangnya, diantaranya Toni Saputra direktur penerbit sembilan mutiara, St. Sri. M. Yani dan Tulus Setyadi yang dua-duanya merupakan seorang penulis. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari di Graha Dewantara SMADA dengan mengambil tema “Membumikan budaya literasi di tengah pandemi menuju terciptanya generasi bangsa yang mumpuni”. Peserta diberi materi tentang cerita pendek dan dipandu sampai menghasilkan karya yang akan dibukukan menjadi antologi cerita pendek ber ISBN.

“Saya berharap dengan adanya agenda workshop literasi yang berfokus pada penulisan cerita pendek ini dapat membuat siswa semakin bersemangat dalam meningkatkan budaya baca dan tulis sejak usia muda ”, ujar Ayu Wildanul Maghfuroh Ketua Panitia kegiatan.

“Kegiatan ini menjadi agenda rutin sekolah, sehingga siswa akan lebih terpacu dalam membiasakan diri untuk berliterasi. Sesuai amanat Kurikulum 2013, maka setiap sekolah wajib membumikan literasi”, tambah Bagus Priantoro koordinator seksi bidang pembinaan sastra dan budaya tradisional pengurus OSIS SMADA.

Terima kasih kami sampaikan kepada orang tua siswa yang telah mempercayakan pendidikan putra putrinya kepada kami. Permohonan maaf yang setulus-tulusnya jika ada kekurangan dalam kami mengemban amanah Bapak Ibu semua. Usaha untuk memperbaiki diri akan terus kami lakukan.  Pendampingan kepada anak didik untuk meraih mimpi akan terus kami jalankan.

SMADA Kreatif !

SMADA Milik Kita Bersama !

SMADA Jaya Selamanya !